Lintau Buo, Kecamatan yang dikelilingi oleh Gunung yang Menjulang. Banyak sih yang gatau, kalo gw ini masih ada darah minangnya, kental banget malahan. Karena Mama berasal dari Lintau Buo, nenek kakek juga masih tinggal disana, dan insya Allah setiap Lebaran kami selalu silaturahmi ke Lintau bareng keluarga.
Jadiii, Kecamatan Lintau Buo ini terletak di Kabupaten Tanah Datar. Biasanya untuk akses menuju Lintau, teman-teman harus naik dan turun gunung, baik itu dari Payakumbuh, ataupun Batusangkar. Di Lintau sendiri terdapat beberapa wisata yang masih alami, khususnya pegunungan, sungai, perbukitan dan persawahan.
Untuk sawahnya, gak kalah deh sama yang di Tegalalang Ubud, Bali. Disini sawahnya masih segar dan bertingkat-tingkat, serta juga dilengkapi dengan suara alam yang natural mulai dari burung-burung, air sungai yang mengalir, serta sahut menyahut suara fauna lainnya secara bergantian.


Dengan cuaca yang dingin khas pegunungan, Lintau Buo sangat cocok buat teman-teman yang mau hibernasi, membersihkan pikiran dari jenuhnya perkotaan, dan menghirup udara segar khas alam tanpa campuran asap sedikitpun.
Salah satu wisata yang sedang hits di Lintau saat ini adalah Puncak Pato. Sebuah puncak dengan view menarik dimana kalian bisa melihat Kota Batusangkar, bahkan hingga Danau Singkarak jika cuaca sedang cerah. Secerah hatiku jika bersamamu.


Dan gw juga baru tau, kalau istrinya Pak Jusuf Kalla itu orang Lintau, Kelurahan Tanjung Bonai lebih tepatnya. Setiap gw ke Lintau, tak lupa gw selalu mampir kerumah Pak JK yang memang sering kosong ini, hanya untuk sekedar mencuri foto hahaa.





Selain itu, kalian tau Rumah Makan Sederhana gak? Nah itu owner-nya juga asli Lintau. Nih gw tunjukin rumahnya dengan pemandangan yang super duper keren, gak jauh dari rumah nenek gw.

Pokoknya Lintau sangat recommended deh buat teman-teman yang memang ingin ngerasain kedamaian alam, dan ketenangan jiwa jauh dari hiruk pikuk dan polusi perkotaan.